»Daftar Sekarang!
»Lupa password anda?
Penyakit  |  Obat  |  Tes Kesehatan  |  Info & Tips

Info Tes esehatan

Tes-tes yang diperlukan

Meaning of Treatment :
Makin baik taraf hidup seseorang, atau makin terpelajar seseorang, biasanya mereka makin rajin atau mau melakukan tes kesehatan. Makin maju suatu negara, makinlah pemerintah memperhatikan kesehatan rakyatnya. Karena sehat itu sebenarnya murah, apalagi jika kita mau memperhatikan kesehatan kita sejak awal. Sebenarnyalah sakit itu mahal. Di Amerika, seperti juga di Eropa, masalah kesehatan adalah masalah setiap orang. Maka, walaupun kita masih jauh untuk mengejar mereka, ada baiknya informasi ini kita simak paling tidak untuk kepentingan kita sendiri, dan juga orang-orang dekat kita. Tes kesehatan atau biasanya yang secara sambil lalu kita sebut dengan check-up, adalah penting untuk pencegahan penyakit. Nah, di bawah ini beberapa tes yang sebaiknya Anda lakukan di usia tertentu. KANKER PAYUDARA Kanker yang satu ini merupakan penyebab kematian nomor dua pada wanita setelah kanker paru-paru. Maka seyogianyalah mendapat perhatian lebih dari para wanita dan dokter mereka. American Cancer Society (ACS) menyarankan para wanita untuk menjalani tes mammogram secara teratur mulai usia awal 40 tahunan, setiap satu tahun atau dua tahun sekali. Apalagi mereka yang sudah menginjak usia 50 tahun atau lebih. ACS menyatakan, sejak usia 20-tahunan, seharusnya para wanita sudah dapat memeriksa sendiri payudaranya, paling tidak setiap bulan. Antara usia 20 -30 tahun, para wanita sudah harus memeriksakan ke dokter paling tidak setiap tiga tahun sekali. Serta setiap tahun ketika mencapai usia 40 tahun atau lebih. KANKER PROSTAT Kanker prostat adalah kanker yang umumnya terjadi pada kaum pria. Hanya saja masih banyak perdebatan mengenai tes awal kanker ini. Tes meliputi PSA blood tes dan the prostat exam atau biasa disebut digital rectal exam, tetapi yang yang mana harus lebih dulu dilakukan masih merupakan perdebatan. Kanker prostat mempunyai sifat yang agak berbeda dengan kanker-kanker lainnya. Kanker ini tumbuh secara perlahan. Jika kanker ini ditemukan belum tersebar di atas prostat, maka rata-rata harapan hidup penderita sampai 5 tahun mendekati 100 persen, baik dilakukan atau pun tidak dilakukan treatment atas kanker ini. Belum begitu jelas apakah pengobatan atas kanker ini benar-benar akan memperpanjang hidup para penderita. Laporan terbaru U.S. Preventive Service Task Force menyatakan bahwa disarankan untuk melakukan tes rutin untuk kanker prostat baik melalui tes PSA atau pun digital rectal exam. Karena sifat kanker ini yang tumbuh secara perlahan dan mempunyai potensi efek sampingan seperti impotensi. Mulai usia 50 tahun, semua pria yang mempunyai harapan hidup paling tidak 10 tahun, sebaiknya melakukan tes darah PSA dan digital rectal exam setiap tahunnya. Para pria yang keluarga dekatnya pernah ada yang menderita kanker prostat juga harus melakukan tes, bahkan pada usia yang lebih dini, paling tidak pertengahan 40. Namun, karena ketidakpastian mengenai tes kanker prostat ini, para ahli menyarankan, daripada semua pria dianjurkan melakukan screening tes dan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker prostat, sebaiknya para medis menggambarkan potensial benefit dan memberitahu pentingnya screening, diagnosis dan treatment, juga mendengarkan keluhan-keluhan pasien dan untuk kemudian memutuskan masalahnya secara lebih individual. KANKER USUS Kanker usus menduduki urutan ketiga sebagai pembunuh. Kanker ini bisa diderita baik oleh wanita maupun pria. Dengan mendeteksinya lebih awal, bisa menjadi penentu umur panjang atau pendek. ACS menyatakan, mulai usia 50 tahun, baik wanita ataupun pria sebaiknya melakukan kelima tes berikut: - FOBT (fecal occul blood tes) tahunan - Flexible Sigmoidoscopy setiap 5 tahun sekali - FOBT setiap tahun plus Sigmoidoscopy setiap lima tahun - Double-contrast barium enema setiap lima tahun sekali - Colonoscopy setiap 10 tahun Kombinasi dari FOBT dan Flexible Sigmoidoscopy lebih baik dilakukan dari pada tes itu berdiri sendiri. Untuk semua hasil yang positif harus diikuti dengan Colonoscopy. Penderita yang mempunyai factor resiko harus memulai tes lebih dini dan lebih sering. KANKER LEHER RAHIM (SERVIKS) Kanker rahim adalah suatu contoh kasus bagaimana efektifnya deteksi awal pada kanker dapat mencegah berkembangnya penyakit lebih lanjut. Banyak organisasi kesehatan termasuk American Cancer Society, menyarankan Pap Tesing atau yang kita kenal sebagai Pap Smear Testing untuk dilakukan oleh para wanita. Wanita segala usia yang aktif atau pernah melakukan aktivitas seksual disarankan untuk ikut pap tes ini. Tes akan dilakukan terus, setiap tahun, hingga mencapai tiga kali tes berturut-turut atau lebih, sampai kemudian dinyatakan normal oleh dokter. Bahkan wanita yang sudah mengalami menopause pun tetap perlu menjalani pap tes secara teratur. Wanita yang sudah menjalani pengangkatan rahim memang tidak perlu lagi menjalani tes ini, kecuali jika penyebab pengangkatan rahimnya adalah kanker rahim. KANKER KULIT Ada dua macam kanker kulit. Yang paling banyak adalah kanker non-melanoma dan tidak mematikan, namun dapat menyebar dan menyebabkan kerusakan jika tidak dilakukan pengobatan. Sedangkan melanoma sangat ganas dan dapat mematikan jika tidak ditemukan atau tidak terdeteksi awal. ACS menyarankan check-up yang kira-kira berhubungan dengan kanker kulit ini, termasuk pengetesan kulit setiap 3 tahun untuk mereka yang berumur 20 - 40 tahun dan setiap tahun untuk mereka yang berumur 40 atau lebih. Juga penting untuk mengecek kulit sendiri kira-kira sebulan sekali. Anda harus paham pola-pola bercak kulit atau tahi lalat atau tAnda-tanda lainnya pada kulit Anda, sehingga Anda bisa segera menandai jika ada perubahan-perubahan . Pengecekan juga harus dilakukan pada sekujur tubuh, Anda akan memerlukan cermin besar atau dapat dengan meminta tolong anggota keluarga lain untuk ikut mengecek bagian-bagian yang sulit dilihat. Bercak pada kulit yang berubah, baik ukuran, bentuk atau warnanya, harus segera dikonsultasikan kepada dokter dengan segera. Anda juga harus waspada jika melihat ada tanda-tanda pada kulit yang tidak biasanya, karena bisa jadi itu adalah petunjuk adanya kanker kulit. Perlu bagi Anda untuk mengetahui perbedaan melanoma yang bersifat ganas dengan tanda-tanda pada kulit yang biasa saja dan tidak berbahaya. Berikut ini adalah ciri dari melanoma: - Bentuk bercak tidak simetris. Kiri dan kanan tidak sama - Ujung dari bercak terpotong - Warna dari bercak tidak sama. Mungkin ada bayangan coklat atau hitam dan kadangkala ada bintik merah, biru atau putih - Lebar bercak lebih dari seperempat inci (walaupun pada saat ini dokter sudah menemukan melanoma dengan ukuran lebih kecil) Ada kalanya ciri dari melanoma termasuk ukuran, bentuk, warna dari bercak tidak cocok dengan deskripsi di atas, dan sangat sulit menceritakan apakah bercak itu sebenarnya normal atau tidak. Maka, sebaiknyalah Anda segera berkunjung dan berkonsultasi langsung dengan dokter. KOLESTEROL Setiap orang dewasa yang berumur 20 tahun atau lebih seharusnya melakukan tes dengan puasa untuk mengetahui kadar kolesterol, termasuk mengetahui kadar LDL ?ang jahat?dan HDL ?ang baik?serta kadar trigliserid, setiap lima tahun sekali. DIABETES Orang-orang dengan risiko diabetes rendah pun harus menjalani tes puasa gula darah setiap 3 tahun sekali sejak berumur 45 tahun. Apalagi orang-orang dengan risiko tinggi, yang mempunyai riwayat mengidap diabetes di dalam keluarganya, disarankan melakukan tes lebih dini dan lebih sering. Untuk lebih jelasnya, ada baiknya Anda menanyakan pada dokter Anda. OSTEOPOROSIS Osteoporosis dapat menyebabkan patah atau retak tulang, terutama pada pergelangan tangan, tulang belakang, dan panggul. Retak tulang belakang dan panggul juga bisa menyebabkan kematian. Biasanya disebabkan oleh komplikasi yang mungkin terjadi kemudian. Osteoporosis dapat diderita baik oleh pria maupun wanita, meski lebih lazim dan lebih banyak diderita oleh kaum wanita, khususnya setelah menopause. The National Osteoporosis Foundation menyarankan para wanita yang telah mengalami menopause, semua wanita yang berusia lebih dari 65 tahun, juga semua wanita menopause berumur 50 tahun yang mempunyai faktor risiko atau tidak, termasuk pernah mengalami patah tulang setelah usia 40 tahun, merokok, mempunyai berat kurang dari normal, untuk menjalani tes.



 
 
Join Us, FREE!
Home | Privacy Policy | Terms & Conditions | Guestbook | Contact Us | Tim TanyaDokter.com
Informasi yang tersedia di situs ini dimaksudkan hanya untuk pengetahuan umum saja, bukan untuk menggantikan saran dokter Anda, juga bukan
untuk pengobatan kondisi medis khusus.Informasi ini juga bukan untuk menegakkan diagnosis penyakit atau mengobati penyakit tanpa berkonsultasi
dulu dengan dokter Anda. Anda dapat menanyakan kondisi medis anda di halaman konsultasi kami atau ke dokter Anda secara langsung.
© Copyright 2006-2010 TanyaDokter. All Rights Reserved. Powered by Menaravisi